Paradigma Farmakologis atas Informasi: Sebuah Analogi Epistimologis
Dalam konteks ekologi digital kontemporer, tidak seluruh informasi yang beredar di media sosial layak untuk diasimilasi tanpa proses verifikasi dan kurasi kognitif. Meskipun secara semantik tampak bernilai positif, setiap informasi memiliki komposisi epistemik dan efek neuropsikologis yang berbeda, bergantung pada konteks penerimaan dan kapasitas interpretatif individu.
Analogi farmakologis dapat digunakan untuk menjelaskan fenomena ini: sebagaimana obat memerlukan resep dan dosis yang ditetapkan berdasarkan diagnosis profesional medis, demikian pula informasi menuntut takar ukur validitas dan kerangka epistemik yang ditentukan oleh otoritas ilmiah atau metodologi yang sahih.
Dalam era infodemi, yakni kondisi di mana arus informasi melimpah secara simultan dan tidak terfilter, otak manusia beresiko mengalami kognitif overload dan disregulasi pola pikir. Kondisi ini dapat menurunkan kemampuan evaluatif, mengaburkan batas antara fakta dan opini, serta menghasilkan ilusi pengetahuan (illusion of explanatory depth)
08 - 10 - 2025
MJ


Komentar