Bait Cinta Terakhir
*Gubahan terakhir sebelum wafat*
Imam Muzani datang mengunjungi kediaman Imam Syafi’i, menanyakan bagaimana keadaanya sekarang. Saat itu Imam Syafi’i terbaring lemah dengan penyakit di mana dia meninggal. Jawaban Imam Syafi’i: “Aku akan pergi meninggalkan dunia, akan berpisah dengan saudaraku, akan bertemu dengan amal keburukanku, akan meminum cawan kematianku, akan mendatangi Allah, aku tak tahu, jiwaku akan menetap di surga dengan segala kenikmatannya, atau neraka dengan siksaannya”. kemudian beliau nangis terseduh-seduh, lalu membikin gubahan syair, dan berkata:
* Untuk engkau, Wahai sang pencipta, perkenankan aku menghaturkan keinginanku … Meskipun aku hanyalah pendosa, Wahai Tuhan yang Maha dermawan dan suka memberi anugerah
* Ketika hatiku mulai terasa lemah, pikiranku menyempit ... Kujadikan harapanku sebagai tangga untuk menuju ampunan-Mu
* Dosaku lebih besar dari diriku, namun ketika aku bandingkan dengan ampunan-Mu … Maka ampunan-Mu jauh lebih besar
* Engkau akan selalu menjadi Maha pengampun dosa … Engkau dermawan, Engkau pemaaf, sumber pemberi anugerah dan kemuliyaan
* Dan jika Engkau menyiksa-ku, aku tak akan putus asa … sekalipun Engkau memasukkan-ku dalam neraka sebab kesalahanku
* jika bukan karena-Mu, iblis tak akan pernah mampu merayu seorang hamba ... bagaimana tidak? Salah seorang kekasih-Mu, Adam, disesatkan olehnya (itu juga atas seizin-MU)
* Begitu beruntungnya orang yang mengenal betul Allah, selalu terdepan saat melakukan kebaikan …. Mengalir deras dari kedua telapuk matanya, aliran darah, karena saking kangen dengan Tuhannya.
* Sepanjang kegelapan malam mereka memilih untuk dekat dengan Allah, melakukan qiyamul lail … kesadaran dirinya sebagai upaya kekhawatiran yang mencekam saat hari perkumpulan
* yaitu mereka yang memiliki kelihaian merangkai kata saat menyebut Tuhannya dengan kefasihan yang mendalam … berbalik jauh saat menyebut selainNya, seakan gagap tak berdaya.
Beberapa waktu lalu mengajak Kang Pondok (bergantian) untuk ber-tabarruk "NGAJI" ke kediaman Gurunda di Narukan - Kragan - Rembang. Semoga akan menjadi memori baik di beberapa tahun yang akan datang


Komentar