UTOPIAKU..... UNTUK ANAK ANAK DAN ADIK ADIKKU
Obrolan semalam tentang dunia pendidikan bersama Wak Kaji A****I di sebuah warung peteng malam tadi
Berapa jumlah mata pelajaran yang ideal untuk anak ditingkat SMA/ MA?
Sebagai tenaga pengabdi disebuah sekolah setingkat SMA / MA di Indonesia menurut saya seperti ini.
Ini adalah sistem pendidikan utopia (imajinatif, khayal, dan ideal menurut saya). Dengan hanya 6 mata pelajaran wajib (selayaknya dibanyak pesantren salaf: mata pelajarane saithik, dibolan baleni bab.e, cuma munggah kelas ditambah penjelasan keterangan teko kitab sing luwih luas lan luweh dowo keterangane (syarah / hasyiyah), dan 3 materi pilihan.
Pagi fokus materi pelajaran umum, malam fokus materi ngaji
Jurusan Bahasa
Bahasa Indonesia.
Bahasa Inggris.
Bahasa Asing.
Antropologi(setahu saya memang ada begini). Intinya sesuai peminatan, lah.
Matematika.
Filosofi (Filsafat-Logika-Agama-PPKN dilebur jadi satu kesatuan).
Jurusan IPS
Ekonomi.
Sosiologi.
Geografi.
Sejarah.
Matematika
Filosofi (Filsafat-Logika-Agama-PPKN dilebur jadi satu kesatuan).
Jurusan IPA
Fisika.
Kimia.
Biologi.
Astronomi(saya tambahkan sendiri, supaya genap 4).
Matematika.
Filosofi (Filsafat-Logika-Agama-PPKN dilebur jadi satu kesatuan).
Nah, harapan saya seperti itu. Belajar hanya sampai hari Rabu atau Kamis saja. Hari Jumat itu diganti dengan Kelas Minat.
Nanti sistemnya seperti kuliah, murid SMA harus mencari kelas itu. Di Kelas Minat itu ada pelajaran seperti Prakarya dan Kewirausahaan, Seni Budaya, Olahraga. Lalu di sini juga menurut saya dapat ditambahkan daftar sebagai berikut,
Prakarya dan Kewirausahaan.
Seni Budaya.
Olahraga.
Filsafat/Logika.
4 besar setiap jurusan.
Ekstrakulikuler.
Bisa disesuaikan oleh masing-masing sekolah(ada tambahan?)
Yap, hanya enam mata pelajaran saja. Dari Senin hingga Kamis. Hanya 6 mata pelajaran itu yang ditest(ulangan dan sejenisnya), Kelas Minat untuk mengetahui bakat dan minat kita.
Peleburan PPKN, Agama, dan Bahasa Local yang menjadi satu, karena:
Alasan saya melebur simpel, PPKN dan beberapa atribut negara kita berkaitan dengan Tuhan, bukan. Setahu saya mapel Agama juga hanya mengajari tata cara peribadahan.
Untuk setiap siswa kelas minat dapat mengambil hingga 3 mapel, jika ingin bisa lebih, atau sekalian semua.
Kekurangan dan Kelebihannya menurut saya,
Kelebihan:
- Mapel sedikit.
- Tas ringan.
- Buku sedikit.
- Siswa mudah memahami pelajaran karena sedikit.
- Tugas menjadi lebih sedikit karena hanya ada 6 mapel wajib.
- Tidak merasa diteror oleh 15 bahkan sampai 24 guru dan mata pelajaran sekaligus
Kekurangan:
- Memerlukan banyak tenaga pengajar, terutama Kelas Minat. Agar setiap jam ada kelas untuk itu selama satu hari penuh (ya, murid dapat datang jam berapapun di hari Kelas Minat selama tepat waktu di mapel yang dia pilih)
- Mahal
- Perlu banyak kelas, sarana, dan prasarana.
- Seluruh sistem pendidikan harus dirombak, dari TK hingga SMA.
- Perlu lembaga pendidikan yang independen tanpa dibayang bayangi kebijakan menteri pendidikan, bahkan kurikulum.
Ironinya: Sebagai Guru, secara tidak sadar kita punya andil (juga) didalam membentuk kemalasan anak didik, namun hati kita enggan mengakuinya
Itulah kenapa saya sebut itu, utopia~


Komentar