Ucapan itu mampu menembus apa yang tidak mampu ditembus oleh jarum
Alkalam yanfudzu maa laa tanfudzuhu Al_ibar
Ucapan itu mampu menembus apa yang tidak mampu ditembus oleh jarum
Demikian satu dari ribuan makalah arab yang kerap kali didawuhkan oleh para guru.
Seringkali kita sembrono dalam berucap, terlebih kepada orang lain yang mungkin strata sosialnya "saat ini" sedang berada dibawah strata sosial yang "saat ini" kita pijaki. Hingga faktanya ucapan itu mampu menyelinap jauh kedalam relung hatinya dan menyebabkan luka. Meski tidak terlihat, tidak mengharuskan untuk dibawa kerumah sakit pula, namun luka yang disebabkan oleh ucapan akan dapat memberikan efek buruk sepanjang hidup, bahkan tidak menutup kemungkinan luka hati itu dapat terwariskan kepada generasi selanjutnya.
Diam memang bukan pilihan terbaik, namun jika dengan berbicara tidak dapat menjadikan orang lain terluka, maka diam layak untuk dijadikan pilihan sikap.
Berhati hati dalam berucap, tidak malu untuk lebih dahulu memohon maaf kepada siapapun yang bahkan mungkin strata sosialnya berada jauh dibawah kita. Setinggi apapun pijakan kita hari ini ingatlah satu makalah yang menyatakan "Addunya Bulat wa Gampang Mutar" Dunia ini bulat dan gampang berputar. Kehidupan ini silih berganti, kadang diatas kadang dibawah. Boleh jadi "saat ini" kita sedang diatas awan, sementara orang lain berada dilembah atau jurang. Namun bisa jadi keadaan akan berputar 180°, Orang lain berada diatas, sementara kita berada dibawah.
Emjetebe


Komentar